Sabtu, 08 Desember 2012
Air Surga dalam Permadani Hijau
Hengki terdiam, langit itu seakan beriring pergi menjauh. Sementara Diki berlari semakin dalam, jauh ke dalam hutan. Ia tak tahu harus mengikuti Diki atau beranjak pulang karena langit yang mulai tak suka akan apa yang ia lakukan hari ini.
Namun, dorongan hati itu terlalu kuat. Ia beranjak masuk ke dalam, terus kedalam mengejar Diki yang sudah hampir tak terlihat. ''Dikiiiii... tunggu akuu!!!'' ujar Hengki. Diki menghentikan langkahnya dan duduk dibawah pohon meranti sembari mengatur napasnya yg masih terengah-engah seakan telah dikejar anjing gila yg ditinggal pasangannya saat musim kawin tiba.
''Cepatlah!! Aku ingin lebih lama di Batu Licin nanti!'' Ujar Diki yg sedikit kesal karena Hengki yg lamban. ''aku cap---''belum selesai Hengki berkata, bocah hitam kurus itu kembali membentak ''Batu Licin masih jauh! mau disananya bentar? engga kan!! makanya, cepatlah sedikit. Aku tau kau lelah, tapi kita tak punya banyak waktu. kamu tau itu!'' ''Iya, baiklah.....'' Hengki menjawabnya dengan nada lelah.
Napasnya mulai teratur, Diki kembali berlari. kali ini ia berlari tak seperti orang gila yang dikejar anjing gila lagi, tapi lebih dari itu, Ia seperti orang yang dikejar hantu anjing gila yang ditinggal pasangannya saat kawin. Iya, hantu. Diki tahu dan sadar bahwa ia tak memiliki banyak waktu, sementara itu Ia ingin bermain lebih lama di Batu Licin. hengki yang kembali tertinggal dibelakang hanya bisa terheran-heran dan berkata dalam hatinya ''Dasar bocah hitam gila!''
Hengki masih dalam keheranannya Ia hanya bisa mengikuti Diki perlahan dari belakang, sangat belakang sambil berharap Diki tidak kembali menghilang. karena ia tahu ia capek dan......... tak tahu jalan. Jalan yang hanya berupa jalan setapak hasil tebasan parang orang-orang jaman dahulu yang dengan sebisa jiwa membuat titian jalan ditengah rimba belantara.
Mereka semakin masuk, masuk semakin kedalam menyusuri jalan setapak, masuk dalam sekali. hanya satu tujuan mereka, Hengki tahu mengapa Diki begitu bergairah dan ini pula yang menjadi alasan hatinya tetap teguh untuk terus ikut arus kedalam hutan itu.
''Batu Licin'' itulah namanya. begitulah orang sekitar akrab memanggil tempat sakral nan indah itu. ya, tempat air surga dalam permadani hijau berada. tempat dimana sedikit sekali orang yang mengetahuinya. tempat yang pernah menjadi salah satu objek kunjungan formalitas pejabat. tempat dimana gemericik suara air mengalun indah bagai alunan orkestra di hotel bintang sejuta yang tak ada berhentinya. tempat dimana air sungai yang begitu jernih mengalir elok menyusuri kelok-kelok bebatuan yang membentuk riam-riam kecil yang seakan tersenyum lebih indah dibanding lesung pipi para pesohor negeri, suasana itu begitu hidup. seakan memanggil siapapun yang pernah berkunjung untuk selalu kembali. lagi dan lagi. Tempat ini begitu hidup, nyata dan indah. jauh melebihi waterboom di kota yang sengaja dibuat para manusia-manusia untuk memenuhi hasrat manusia lainnya yang sungguh sayang belum pernah menikmati gemericik nan merdu itu, aliran air jernih yang sangat menawan itu dan semuanya, begitu berbeda.
''Kiiii!!! Hengki!!! cepaaaat! aku sudah sampai!'' teriak Diki lega. Hengki yang mendengar suara itu kembali bernafsu untuk segera lari sampai ke tempat itu. kali ini Hengki sama, ia tersengat demam berlari seperti dikerjar hantu anjing gila itu. Dengan alunan nafas yang tinggal 3/4 lagi menuju penjemputan malaikat, ia berhasil. Ia sampai. Hengki, seorang anak gendut bermata sipit berhasil sampai. Ia juga berhasil, berhasil mengalahkan hantu anjing gila yang sedari tadi mengejarnya. air muka Hengki nampak berubah, seketika seluruh rasa lelahnya hilang. tujuannya, inginnya, kini tercapai. semua ada didepan mata.
Mereka berdua terdiam lama, hanya menatap. banyak yang ingin sekali mereka lakukan saat ini, sekarang. ya detik ini juga.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
overall udah bagus!
BalasHapustapi ada saran buat alurnya.. buat lebih penasaran lagi nih alurnya sama pilih lagi kata2 yang sangat cocok dengan temanya (cnth: tema komedi kata2nya yang kocak dan tidak terlalu baku).
Ayo semangat lip! :D
oke makasih sarannya~
BalasHapus